Mobil Eropa atau Jepang???
Dilihat dari Segi Penamaan, Mesin,
Body, Bobot, dan Peletakan Stir
A.
Latar Belakang
Selain merk, jenis, spesifikasi serta
tahun, mobil bisa diklasifikasikan menurut negara asal pembuatnya. Pasalnya, sifat
mobil yang lahir memiliki ciri yang dipengaruhi keadaan sekitar. Domba asal
Eropa, tentu akan mengalami kesulitan beradaptasi di daerah tropis.
Namun lagi-lagi, mobil bukanlah domba.
Walau dipakai di daerah yang kondisinya berlawanan dengan tempat kelahirannya,
tapi masih bisa beradaptasi. Proses adaptasi ini sangat bergantung pada
treatment Anda sebagai pemiliknya.
B.
Pembahasan Masalah
1. Segi Penamaan
Mobil Eropa kebanyakan menggunakan angka / nomor untuk seri
produk mobilnya, contoh bmw 318, mercedes 180, volvo 960, peugeot 307, fiat
131, porsce 911, renault 18 tl, citroen 19 gti dan lainnya.
2. Segi Mesin
·
Mobil eropa cenderung menggunakan mesin dengan kapasitas murni
sebagai contoh Mercedes A140 cc 1400cc mesin asli mercedes 1423cc BMW318i 1800cc
mesin asli 1845cc
·
Mobil Jepang : Kijang 1800cc = mesin kijang hanya 1785cc Camry
2400cc = mesin camry hanya 2387cc jazz 150cc = mesin jazz jhany 1479cc
3. Segi Bodi
·
Plat bodi mobil Eropa menggunakan ketebalan 1,2m/m sampai 2m/m
dan bahan rata2
galvalum tidak mudah karat
galvalum tidak mudah karat
·
Jepang 0,40m/m sampai 1,00m/m menggunakan besi logam ketahanan
10 tahun , slth itu mudah berkarat dan tipis
4. Segi Bobot
·
Mercedes Benz A140 bobot +/- 1.500kg,
·
Honda Jazz bobot +/- 1.250kg
5. Peletakan Stir
·
Eropa = setir kiri karena
mengemudi di lajur kanan (kecuali Inggris & Irlandia yang
mengikuti Jepang).
Ø Lalu lintas lajur
kanan
* Lajur yang berlawanan dilihat dari kiri.
* Lalu lintas yang belok ke kiri harus melewati lajur yang berlawanan.
* Beberapa rambu lalu lintas yang menghadap pengemudi diletakkan di sisi kanan
* Lajur yang berlawanan dilihat dari kiri.
* Lalu lintas yang belok ke kiri harus melewati lajur yang berlawanan.
* Beberapa rambu lalu lintas yang menghadap pengemudi diletakkan di sisi kanan
jalan.
* Lalu lintas di jalan memutar berlawanan arah jarum jam.
* Kendaraan umumnya didahului dari sebelah kiri.
* Pejalan kaki yang menyeberangi jalan dua arah harus melihat ke kiri terlebih
* Lalu lintas di jalan memutar berlawanan arah jarum jam.
* Kendaraan umumnya didahului dari sebelah kiri.
* Pejalan kaki yang menyeberangi jalan dua arah harus melihat ke kiri terlebih
dahulu.
* Kebanyakan kendaraan memiliki posisi pengemudi di sebelah kiri.
* Kebanyakan kendaraan memiliki posisi pengemudi di sebelah kiri.
·
Jepang = setir kanan karena
mengemudi di lajur kiri (Indonesia, Malaysia, Singapura,
Thailand, dan Timor
Timur mengikuti cara Jepang ini )
Ø Lalu lintas lajur kiri
* Lajur yang berlawanan dilihat dari kanan.
* Lalu lintas yang belok ke kanan harus melewati lajur yang berlawanan.
* Beberapa rambu lalu lintas yang menghadap pengemudi diletakkan di sisi kiri
* Lajur yang berlawanan dilihat dari kanan.
* Lalu lintas yang belok ke kanan harus melewati lajur yang berlawanan.
* Beberapa rambu lalu lintas yang menghadap pengemudi diletakkan di sisi kiri
jalan.
* Kendaraan umumnya didahului dari sebelah kanan.
* Lalu lintas di jalan memutar searah jarum jam.
* Pejalan kaki yang menyeberangi jalan dua arah harus melihat ke kanan terlebih
* Kendaraan umumnya didahului dari sebelah kanan.
* Lalu lintas di jalan memutar searah jarum jam.
* Pejalan kaki yang menyeberangi jalan dua arah harus melihat ke kanan terlebih
C.
Kesimpulan
Setiap
produsen mobil baik Eropa maupun Jepang, mendesain mobil mereka masing-masing
sesuai kebutuhan di negaranya. Perhitungan-perhitungan sudah mereka tetapkan
sebagai standar nasional di Negara masing-masing. Mereka saling berlomba dengan
teknologi masing-masing, untuk kemajuan transportasi kedepan, khususnya mobil.
Penamaan,
mesin, bodi, bobot, dan peletakan stir adalah contoh dari segelintir perbedaaan
yang membedakan mobil Eropa dan Jepang. Kemampuan produsen mobil, masing-masing
membuat kemajuan teknologi pada setiap produk mobil keluaran terbaru mereka.
Tentunya vitur-vitur canggih akan disematkan pada mesin, bodi, maupun bobot
mobil yang mereka buat.
Indonesia
sebagai Negara konsumen, hanya dapat melakukan pembuatan sparepart dan merakit
mobil karena adanya pemberdayaan teknologi dari Jepang, tetapi untuk mobil
Eropa jelas sebagai konsumen, Indonesia harus mengimpor terlebih dahulu dari
Negara-negara Eropa seperti Inggris, Prancis, Italy, Jerman dan lainnya.
Sumber:
0 komentar:
Posting Komentar